Jumat, 30 Oktober 2009

PARADIGMA KEPERAWATAN

A. Pengertian
( Kohu, 1997 )
Paradigma adalah suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas anggota suatu kelompok ilmiah.
Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang, persepsi, keyakinan, nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi kperawatan yang melaksanakan sepenuhnya ajaran Islam.

B. Unsur Paradigma Keperawatan
Secara umum paradigma keperawatan terdiri dari 4 (empat) komponen dasar yaitu :
1. Manusia dan kemanusiaan (klien)
Manusia tersusun atas jasad (fisik) dan jiwa (roh), namun demikian sebenarnya manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dan utuh meliputi bio-psiko sosio dan spiritual. Komponen fisik adalah komponen yang mempunyai wujud dan membutuhkan sesuatu untuk kelangsungan hidup seperti bernapas, minum, makan, melihat, mendengar dan lain sebagainya. Komponen roh merupakan komponen yang tak berujud dan kita wajib meyakini keberadaannya.
2. Lingkungan
Lingkungan terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
a. Lingkungan internal
· Genetika adalah lingkungan dalam diri manusia yang mempengaruhi unsure-unsur sifat dan struktur fungsi tubuh.
· Struktur dan fungsi tubuh merupakan komponen yang membentuk manusia, meliputi, system tulang, integumen, cardiovaskuler, respirasi, urinaria, eliminasi, gastrointestinal, persyarafan, endokrin dan system tubuh lainnya.
· Psikologis merupakan usnsur internal yang terdapat dalam diri manusia, yang memberikan warna tersendiri pada saat manusia berperilaku.
· Spiritual merupakan unsure hakiki sebagai modal dasar dalam menjalankan kehidupan.
b. Lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal adalah lingkungan diluar manusia yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung ataupun tidak langsung, begitu juga dengan pelaksanaan profesi keperawatan. Komponen yang terdapat dalam lingkungan eksternal adalah :
· Lingkungan biologis ( mahluk hidup ), yang berada dilingkungan manusia itu yang dapat mempengaruhi kesehatan baik sebagai reservoir atau agent.
· Lingkungan fisik, lingkungan selain makhluk hidup yang ada disekitar manusia yang dapat mempengaruhi manusia. Contoh : angin, air, udara, gunung, tanah, batu api dan benda-benda mati lainnya.
· Lingkungan social adalah lingkungan yang memungkinkan terjadinya interaksi antar sesama manusia sehinga terbentuk tatanan kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Dari interaksi itu akan tertanam perilaku, nilai-nilai/norma yang akan dianut oleh manusia dalam lingkungannya.
· Lingkungan spiritual, adalah lingkungan yang dapat mendorong manusia untuk berperilaku seperti kaidah-kaidah yang diyakini dalam ajarannya. ( Al Quran, Injil, Zabur, Taurat, dan …… )
3. Kesehatan
· Kesehatan adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri, dipelihara, dilindungi dan ditingkatkan.
· Kesehatan adalah hak azasi dan sekaligus investasi serta modal utama untuk berkarya dan beraktifitas secara produktif.
· Kesehatan adalah tujuan hidup manusia dan keperawatan.
4. Keperawatan
Pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

C. Konsep Paradigma
Terdapat berbagai macam teori yang menggambarkan/menjelaskan komponen-komponen yang terdapat dalam paradigma keperawatan, perbedaan itu terlatak pada penekanan pada salah satu komponen dari paradigma keperawatan.
Klien
Keperawatan Kesehatan
Lingkungan
Florence Nightingale (1859)


Klien
Keperawatan Kesehatan
Lingkungan
Pada awal tahun 1950 teori paradigma keperawatan berubah dimana dimana penekanan yang pada awalnya pada factor lingkungan beralih pada sifat dan hubungan perawat-klien. Penganut pandangan ini adalah :
1. Peplan (1952), memperkenalkan teori interpersonal sebagai dasar perawat dalam menganalisa proses interaksi dalam berhubungan dengan klien.
2. Orlande (1961), menggunakan teori komunikasi dalam menjelaskan “ A DELIBRATE NURSING APPROACH “
3. Johmson (1961), equilibrium atau stabilitas sebagai tujuan asuhan keperawatan.
4. Roy (1970), peran perawat dalam membantu pasien dalam mengembangkan adaptasi.
5. Rogers (1970), konsep manusia yang unik, manusia dan lingkungan takdapat dipisahkan, saling mempengaruhi dan bekerjasama dalam proses perubahan.
6. King (1971), Proses transaksi yang kompleks perawat-klien.
7. Orem (1971), meningkatkan kemandirian pasien untuk merawat dirinya sendiri.

Klien

Keperawatan Kesehatan


Lingkungan

Komponen paradigma keperawatan modern

Klien ( manusia )

Keperawatan Kesehatan

Lingkungan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar